Hindari Tabu, Ikuti 5 Tips Mudah Dalam Memberikan Pendidikan Seks Untuk Anak Remaja


Saat ini mungkin masih banyak sekali orang tua yang masih bingung untuk memberikan pendidikan seks kepada anaknya. Kebingungan ini yang menyebabkan seks jadi topik yang tidak pernah dibicarakan. Padahal, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memaparkan bahwa pendidikan seks dapat menunda aktivitas seksual, mengurangi kejadian infeksi menular seksual, hingga kehamilan yang tidak direncanakan.

Melakukan pendidikan seks, anak akan belajar mengenai fungsi tubuhnya, menghindari yang seharusnya tidak dilakukan, dan memahami konsekuensi dari perbuatannya. Oleh karena itu, pendidikan ini sangat penting karena dapat membantu anak terhindar dari risiko pelecehan hingga penyimpangan seksual.

Cara memberikan tips pendidikan seks dengan tepat :

  • Bangun suasana yang nyaman

Ketika memulai pendidikan seks untuk remaja, lakukan saat suasana hati anak sedang baik. Orang tua juga bisa mengemukakan pengalaman untuk memancing anak, “Ayah/Ibu mulai tertarik untuk berpacaran saat seusiamu. Bagaimana dengan kamu?”

  • Berikan penjelasan dengan bahasa yang tepat

Perlu diketahui bahwa pendidikan seks yang disampaikan kepada anak dengan bahasa yang berlebihan akan membuat anak menjadi malu. Sebaliknya, bahasa yang terlalu ilmiah akan membuat anak tidak mengerti. Hindari pembicaraan yang berbelit-belit karena anak bisa kehilangan minat atau salah tangkap.

  • Beri tahu tentang mitos dan fakta

Anak bisa mencari informasi tentang seks dari buku, internet, majalah, atau teman-temannya. Informasi yang ia terima belum tentu benar. Pendidikan seks untuk remaja harus bisa meluruskan antara mitos dan fakta tentang seks, alat kontrasepsi, cara penularan HIV/AIDS dan infeksi menular seksual, atau hal-hal yang dapat menunda kehamilan.

  • Tetap tenang

Jika anak bertanya tentang seks, pastikan Anda tenang dan tidak menuduh bahwa ia tertarik melakukan hubungan seksual. Dengarkan dan minta penjelasannya dari mana ia mengetahui hal tersebut. Betulkan jika ada anak menerima informasi yang salah.

  • Bicarakan nilai-nilai yang ada di keluarga

Edukasi seksualitas sejak dini sangat penting dilakukan, misalnya mengajarkan bahwa orang lain tidak boleh menyentuh tubuh tanpa seizin anak. Melalui hal ini, orang tua mengajarkan pentingnya kasih sayang, kejujuran, dan menghargai jauh sebelum orang tua membuka pembicaraan tentang pendidikan seks.

Topik pendidikan seks untuk usia remaja

Topik pendidikan seksual untuk remaja tentu berbeda dengan pendidikan seksual untuk anak-anak. Dibawah ini adalah beberapa pendidikan seks yang harus diketahui oleh parah remaja menurut beberapa hasil penelitian :

  • Peran keluarga bisa berubah ketika mengetahui ada anggota keluarga yang hamil, menunjukkan orientasi seksual tertentu, atau menolak menikah

Orang tua bisa menjelaskan apa itu LGBT dan bagaimana masyarakat memandang LGBT di negara ini. Jika Anda termasuk orang tua yang khawatir, sampaikan kekhawatiran dengan jelas tanpa memberikan stigma. Misalnya, khawatir karena LGBT dilarang agama dan keyakinan keluarga.

  • Anak harus mengerti hukum pelecehan dan kekerasan seksual

Anak harus mengetahui bahwa kegiatan seksual harus didasari persetujuan kedua belah pihak. Jika tidak, maka itu bisa termasuk pelecehan seksual. Setiap orang yang melakukan pelecehan atau kekerasan seksual harus bertanggung jawab sesuai dengan hukum yang berlaku.

  • Pernikahan penuh tantangan

Anak yang berpacaran harus mengerti bahwa risiko kehamilan di luar nikah adalah pernikahan. Pernikahan itu tidak mudah. Oleh karena itu, orang tua bisa menyarankan pada anak untuk menunda pernikahan dan berhubungan seksual hingga usia 20 tahun. Hal ini dilakukan agar anak bertanggung jawab terhadap sikap yang diambil.

Ingat, memberi pendidikan seks pada anak berbeda dengan mengajarkan anak melakukan hubungan seks. Oleh karena itu, beranikan diri Anda untuk membicarakan ini. Jika perlu, sampaikan dengan humor agar suasana lebih santai.

https://www.gurupendidikan.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *